Postingan

Mengatur Otorisasi User Query pada SAP B1

Gambar
SAP B1 memiliki kelebihan dimana kita bisa membuat Query/SQL untuk keperluan menarik data tertentu yang mungkin tidak disediakan oleh SAP Standard. Fitur atau modul itu bernama User Query. Terkadang Query tersebut memiliki data sensitif yang hanya boleh diakses oleh user tertentu. Untuk itu perlu diatur otorisasi yang memperbolehkan user tertentu yang boleh mengakses Query tersebut. Namun, karena modul tersebut merupakan modul dinamis dimana menu query yang dibuat bisa berjumlah banyak, tentunya, sistem tidak bisa mengatur satu per satu query mana yang bisa diatur otorisasinya. Karena itu, SAP B1 membatasi pengaturan Query berdasarkan grup atau kategori query. Jumlah grup ini bisa dibuat banyak, lebih dari satu. Untuk membuat grup atau kategori query, bisa diakses dengan cara: Akses Menu: Tools > Queries > Query Manager ... Klik Icon Query Manager pada Toolbar Akan muncul modul Query Manager seperti tampak pada gambar Disebelah kanan atas ada tombol Manage Cate...

Tabel SAP Business One

Berikut ini adalah daftar tabel SAP B1 Update: 2026-07-24 1. OADM - Administration 2. OGAR - G/L Account Advanced Rules 3. OCRN - Currency Codes 4. OOCR - Distribution Rule 5. OUSR - Users 6. OSUS - Support Usage Statistics 7. OUPT - User Autorization Tree 8. UPT1 - User Authorization Tree - Extended Permission 9. USR1 - Users - Short Cut 10. USR2 - Users - Run External Application Selengkapnya

Cara Kerja SAP B1 Warehouse

Warehouse atau Gudang, dipakai untuk mencatat posisi dan pergerakan stok barang pada suatu lokasi yang disebut Gudang. Dengan menggunakan pemetaan berbasis lokasi, stok barang bisa dipantau dan dibandingkan antara pencatatan sistem dengan jumlah ril fisik. Sehingga jika terjadi selisih, opname barang, cukup berfokus pada lokasi yang tercatat di sistem, dan tidak perlu semua lokasi. Bin Location, digunakan sebagai sub level gudang. Untuk mempermudah memetakan lebih detil, di dalam gudang, akan dibagi menjadi beberapa segmen lokasi yang disebut Bin Location. Secara struktur fisik, di gudang akan dibagi menjadi beberapa sub-level, yaitu Rak, Shelving dan Urutan. Metode sorting secara umum adalah dari kiri ke kanan, dan dari bawah ke atas. Rak, penamaannya biasanya menggunakan nama ataupun nomer. Untuk Shelving, biasanya menggunakan nomer dengan sorting dari bawah ke atas. Kemudian urutan, biasanya menggunakan nomer dengan sorting dari kiri ke kanan. Pemetaan sub-level gudang ini, sang...

Cara Kerja SAP B1 Business Partners Opening Balance

Gambar
Selain menginputkan saldo awal Chart of Account, kita juga harus memasukkan posisi hutang ke vendor/supplier dan juga piutang customer. Di SAP B1, Vendor dan Customer masuk dalam satu modul yang sama yaitu Business Partner. Untuk memasukkan saldo awal Business Partner, bisa diakses melalui menu Modules \ Administration \ System Initialization \ Opening Balances \ Business Partner Opening Balances Akan muncul tampilan seperti ini. Disini kita bisa memilih untuk memasukkan saldo awal hutang piutang dari Vendor tertentu sampai dengan vendor tertentu, atau bisa juga melakukan seleksi berdasarkan group tertentu atau bisa juga menggunakan properties. Jika sudah yakin dengan seleksi yang diset, klik tombol OK, dan akan muncul tampilan seperti ini. Kita bisa mengatur COA Saldo Awal di kolom "Opening Balance Account", kemudian bisa memasukkan tanggal saldo awal, COA untuk "Control Account" masing-masing Vendor/Customer, dan memasukkan posisi Hutang/Piutang masing-masing...

Cara Kerja SAP B1 G/L Accounts Opening Balance

Gambar
Sebelum menggunakan aplikasi SAP B1 untuk operasional sehari-hari, sistem harus mendaftarkan Saldo Awal untuk masing-masing Chart of Accounts (COA). Menu untuk memasukkan Saldo Awal atau biasa disebut Open Balance adalah Modules \ Administration \ System Initialization \ Opening Balances \ G/L Accounts Opening Balances Akan muncul tampilan seperti ini Pada form tersebut, pilih account group mana yang akan dimasukkan nilai obalnya. Kemudian akan muncul tampilan seperti ini Perhatikan ada 2 kotak merah, adalah kolom yang harus diinput, yaitu tanggal obal dan nilai obal. Jika semua data sudah selesai diinput, maka, transaksi obal bisa disimpan dengan meng-klik tombol Add. Saat proses simpan, akan dibuatkan transaksi jurnal entry dengan COA yang sudah diinput pada form sebelumnya, beserta nilai dan tanggal yang sudah diinput. Secara database, akan tersimpan ke tabel berikut ini: OJDT ~ Journal Entry HD, dengan Object Type: 30 ( detil Object Type bisa dibaca di sini ) JDT1 ~ ...

Contoh Penggunaan STR_PAD pada PHP

str_pad() adalah fungsi string untuk membentuk karakter tertentu pada sebuah nilai string, menggantikan spasi dengan karakter yang ditentukan Misalnya, string dengan nilai hello world memiliki panjang 11 karakter. Kita ingin menampilkan string tersebut dengan panjang 20 karakter. Dengan menggunakan fungsi str_pad(), kita bisa mengisi 9 karakter kosong dengan karakter tertentu sehingga panjang string tampil dengan panjang 20 karakter $str = "Hello World"; echo "[" . $str . "]"; echo "[" . str_pad(20, $str, " ") . "]"; echo "[" . str_pad(20, $str, " ", STR_PAD_BOTH) . "]"; echo "[" . str_pad(20, $str, " ", STR_PAD_LEFT) . "]"; echo "[" . str_pad(20, $str, " ", STR_PAD_RIGHT) . "]";

SAP B1 Error "Value in "Discount %" field is greater than permitted"

Gambar
Saat user melakukan transaksi seperti PO ataupun A/P Invoice, dan juga Sales Order ataupun A/R Invoice, maka user bisa menginputkan Nilai Discount dalam persen, seperti tampak pada gambar. Namun, di saat menginputkan nilai discount, muncul security dengan message alert "Value in "Discount" field is greater than permitted" . Message alert ini muncul karena user memiliki otorisasi Max Discount yang bisa diberikan pada setiap transaksi. Admin bisa mengubah setting Max Discount pada masing-masing user, sesuai dengan Modul yang digunakan. Untuk melakukan perubahan otorisasi Max Discount adalah sebagai berikut: Masuk ke Modul Otorisasi Pilih User yang akan diatur nilai Discount Atur Batas Maksimum Discount

Query MySQL untuk Melihat Foreign Key Suatu Tabel

Foreign Key adalah salah satu constraint populer yang dulu sering dipakai saat mendesain sistem tabel database. Namun dalam perkembangannya, Foreign Key ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya adalah, konsistensi data pada setiap baris akan selalu terjaga, mengingat database akan selalu memberikan notifikasi kepada pengguna, jika terjadi inkonsistensi pada database. Contoh: Tabel Kelas, memiliki baris data 1, 2 dan 3. Tabel Siswa pada setiap baris data siswa, harus mengandung data kelas antara 1, 2 atau 3. Jika pengguna memasukkan kelas 4, maka database otomatis memberikan peringatan, bahwa kelas 4 tidak ada pada tabel kelas. Kelebihan ini, awalnya cukup disukai oleh desainer database. Namun muncul kesulitan muncul saat melakukan deploy, dan ini menjadi kekurangan dari constraint Foreign Key ini, karena script harus dijalankan berurutan sesuai dengan tabel mana yang direferensi terlebih dahulu harus dibuat, dan tabel mana yang mereferensi tabel yang sudah terbuat. Jik...

DDL MySQL Membuat Kolom Timestamp Auto Update saat Insert/Update

Terkadang kita ingin menyimpan log tanggal saat melakukan penyimpanan data pada sebuah tabel. Pada MySQL kebutuhan ini bisa dilakukan cukup dengan menyertakan perintah DDL pada kolom tersebut. Berikut adalah contohnya CREATE TABLE mytable (   `id` int(11) NOT NULL AUTO_INCREMENT,   `dlog` timestamp NOT NULL DEFAULT CURRENT_TIMESTAMP ON UPDATE CURRENT_TIMESTAMP,   PRIMARY KEY (`id`) ) Pada perintah di atas, terlihat kolom `dlog` digunakan untuk menyimpan tanggal dan jam saat data di-insert, selain itu juga mengupdate tanggal dan jam saat update.

Contoh Penggunaan Command Line 7-Zip

Berikut adalah contoh Command Line aplikasi 7-Zip Mengkompress Direktori atau Folder 7z a nama-file.zip /path/ke/folder/yg/di/compress Mengekstrak file zip ke Direktori atau Folder 7z x nama-file.zip

Cara Menggunakan Create Tabel pada SAP Hana

Create Tabel CREATE TABLE "@PROMO"(     CODE INTEGER,     U_ITEMCODE NVARCHAR(50),     U_ITEMNAME NVARCHAR(100),     U_PROMO VARCHAR(50),     U_HK INTEGER,     U_HM INTEGER,     U_DISC INTEGER,     U_DISC_HK INTEGER,     U_DISC_HM INTEGER,     CODE INTEGER GENERATED ALWAYS AS IDENTITY ); SQL di atas akan membuat tabel bernama "@PROMO" dengan nama kolom CODE sebagai rowid yang memiliki constraint PRIMARY KEY dengan nilai otomatis auto increment. Pemberian prefix nama kolom "@" digunakan untuk membedakan dengan nama tabel yang dibuat custom dengan nama tabel bawaan SAP

Cara Mencari Tabel Apa Saja di MySQL yang Memiliki Nama Kolom Tertentu

Saat membuat aplikasi dengan ruang lingkup yang lebih besar dan kompleks, terkadang kita membutuhkan untuk mengetahui dimana saja relasi dari sebuah kolom direferensi ke tabel-tabel dalam sistem tersebut. Untuk itu, kita membutuhkan query untuk mencari nama kolom tertentu, sudah terdaftar di tabel mana saja dalam satu database. Berikut SQL untuk menampilkan nama tabel yang memiliki nama kolom tertentu SELECT TABLE_SCHEMA, TABLE_NAME   FROM INFORMATION_SCHEMA.COLUMNS  WHERE COLUMN_NAME = 'container';

Cara Menghapus Akun Google GMail yang Terdaftar pada Android

Gambar
Terkadang, kita butuh untuk menghapus email google yang terdaftar pada Android kita. Untuk melakukan hal itu, berikut adalah cara yang bisa kamu lakukan. Beberapa OS mungkin akan terlihat berbeda, namun prinsipnya seharusnya memiliki langkah yang sama. 1. Masuk ke Menu Pengaturan atau Settings 2. Cari Menu "Google", kemudian Tap 3. Akan muncul halaman "Google services" dengan e-mail yang sekarang aktif. Tap e-mail tersebut untuk masuk ke halaman "Accounts & Sync" 4. Setelah masuk ke halaman "Accounts & Sync", Tap "Google 5. Selanjutnya akan muncul daftar e-mail yang sudah terdaftar pada device tersebut 6. Pilih nama e-mail yang ingin dihapus 7. Akan muncul halaman "Sync". Lihat di bawah, ada menu "...", tap menu tersebut 8. Pilih "Remove Account"

Tidak Bisa Akses Modul Purchase Order SAP B1

Apabila muncul error Define Number Series saat akses modul Purchase Order pada SAP B1, padahal setelah dicek, Setting Number Series sudah benar, bisa jadi karena ada otorisasi yang berhubungan dengan Number Series yang harus dicek terlebih dahulu. Masuk ke Modul Administration > System Initialization > Authorizations Pilih user yang akan diatur otorisasinya, kemudian masuk ke Subject Administration \ System Initialization \ Numbering Series, kemudian pilih Full Authorization

Zip Command Line di Linux

Berikut adalah contoh Zip Command Line di Sistem Operasi Linux Mengkompress Direktori atau Folder zip -r folder.zip /path/ke/folder Mengekstrak file zip ke Direktori atau Folder unzip arsip.zip -d /path/ke/tujuan

Data Sekolah Muhammadiyah Surabaya

Di jaman serba online seperti sekarang ini, sering kita mendahulukan untuk mencari informasi sekolah yang akan kita pilih untuk anak kita, sebelum mendatangi sekolah tersebut. Untuk itu, di bawah ini saya listing beberapa sekolah muhammadiyah yang mungkin cukup bermanfaat buat kita sebagai orang tua. No. SD / MI Website 1 SD Muhammadiyah 2 Jl. Peneleh VI/72 sdmuh2sby.sch.id (Jarang Update) 2 SD Muhammadiyah 3 Jl. Tambak Segeran 25 www.sdmuh3sby.sch.id (Cukup Update) 3 SD Muhammadiyah 4 Jl. Pucang Anom 93 www.sdm4sby.com (Cukup Update) 4 SD Muhammadiyah 5 Jl. Jojoran I / 77 mimuliasurabaya.sch.id (Update) 5 SD Muhammadiyah 6 Jl. Gadung III / 7 sdmuh6gadung-sby.sch.id (Jarang Update) 6 SD Muhammadiyah 7 Jl. Jagir Sidomukti VI-D/5 Website Tidak Ada 15 SD Muhammadiyah 16 (Sekolah Kreatif) Jl. Barata Jaya V Barat no. 21-25 www.sekolahkreatif.com (Jarang Update) 18 SD Muhammadiyah 18 Jl. Mulyorejo Tengah No. 5 Surabaya 60115 www.sdm18...

Shortcut untuk Mengubah Theme di CPanel

Untuk mengubah theme di cpanel, bisa menggunakan shortcut Ctrl + ,

Cara Menggunakan Alter Table pada SAP Hana

Alter tabel digunakan untuk memodifikasi kolom pada suatu tabel, yang terdiri dari operasi ADD untuk menambah, DROP untuk menghapus dan ALTER untuk mengubah. Berikut adalah sintaks dan contoh penggunaannya. ADD Digunakan untuk menambahkan kolom ALTER TABLE NAMA_TABEL ADD (NAMA_KOLOM TIPE_KOLOM(PANJANG)) Contoh: ALTER TABLE KELAS ADD (NAMA_KELAS VARCHAR(50)) DROP Digunakan untuk menghapus kolom yang sudah ada ALTER TABLE NAMA_TABEL DROP (NAMA_KOLOM) Contoh: ALTER TABLE KELAS DROP (NAMA_KELAS) MODIFY / ALTER Digunakan untuk mengubah tipe kolom yang sudah ada. Penggunaannya sama seperti ADD, hanya saja PANJANG hanya bisa dimodifikasi lebih besar dari sebelumnya. ALTER TABLE NAMA_TABEL MODIFY (NAMA_KOLOM TIPE_KOLOM(PANJANG)) Contoh: ALTER TABLE KELAS MODIFY (NAMA_KELAS VARCHAR(75))

Error "Date deviates from permissible range" pada SAP B1

Gambar
Error ini biasanya terjadi pada akhir bulan dan akhir periode tahun berjalan, dimana kejadian ini bisa terjadi karena salah satunya saat user membuat dokumen dengan tanggal Due Date melebihi periode berjalan. Misalnya pembuatan dokumen A/R Invoice pada tanggal 25 Nopember 2024, dengan Due Date 24 Januari 2025, maka sistem akan terhenti dengan notifikasi "Date deviates from permissible range". Selain itu, bisa juga terjadi saat membuat transaksi seperti tersebut sebelumnya, namun dengan Payment Term 60 hari, yang menyebabkan Due Date jatuhnya pada 24 Januari 2025. Untuk mengatasi hal ini, maka yang perlu kita lakukan adalah membuka pengaturan Periode melalui menu berikut:

Mencegah atau Menonaktifkan Browsing Directory pada Pengaturan Apache

Saat menggunakan Web Server Apache, terkadang ketika kita tes mengunjungi URL yang sudah kita atur, malah muncul halaman Browsing Directory, sehingga semua folder dan file yang seharusnya tidak perlu diketahui publik menjadi terbuka dan bisa diakses siapapun. Untuk itu, berikut ini adalah cara mengubah pengaturan Apache, untuk mencegah user mengakses halaman secara Browsing Directory. 1. Ubah di pengaturan httpd.conf Untuk melakukan hal ini, edit file httpd.conf di lokasi berikut ini: Pengguna XAMPP c:\xampp\apache\conf\httpd.conf Pengguna Linux /etc/httpd/conf/httpd.conf Kemudian, cari baris berikut: Options Indexes FollowSymLinks Ubah menjadi Options FollowSymLinks Kemudian simpan, dan restart apache server dengan perintah sudo service httpd restart atau sudo service apache2 reload