Postingan

Menampilkan postingan dengan label SAP

Tabel SAP Business One

Berikut ini adalah daftar tabel SAP B1 Update: 2026-07-24 1. OADM - Administration 2. OGAR - G/L Account Advanced Rules 3. OCRN - Currency Codes 4. OOCR - Distribution Rule 5. OUSR - Users 6. OSUS - Support Usage Statistics 7. OUPT - User Autorization Tree 8. UPT1 - User Authorization Tree - Extended Permission 9. USR1 - Users - Short Cut 10. USR2 - Users - Run External Application Selengkapnya

Cara Kerja SAP B1 Warehouse

Warehouse atau Gudang, dipakai untuk mencatat posisi dan pergerakan stok barang pada suatu lokasi yang disebut Gudang. Dengan menggunakan pemetaan berbasis lokasi, stok barang bisa dipantau dan dibandingkan antara pencatatan sistem dengan jumlah ril fisik. Sehingga jika terjadi selisih, opname barang, cukup berfokus pada lokasi yang tercatat di sistem, dan tidak perlu semua lokasi. Bin Location, digunakan sebagai sub level gudang. Untuk mempermudah memetakan lebih detil, di dalam gudang, akan dibagi menjadi beberapa segmen lokasi yang disebut Bin Location. Secara struktur fisik, di gudang akan dibagi menjadi beberapa sub-level, yaitu Rak, Shelving dan Urutan. Metode sorting secara umum adalah dari kiri ke kanan, dan dari bawah ke atas. Rak, penamaannya biasanya menggunakan nama ataupun nomer. Untuk Shelving, biasanya menggunakan nomer dengan sorting dari bawah ke atas. Kemudian urutan, biasanya menggunakan nomer dengan sorting dari kiri ke kanan. Pemetaan sub-level gudang ini, sang...

Cara Kerja SAP B1 Business Partners Opening Balance

Gambar
Selain menginputkan saldo awal Chart of Account, kita juga harus memasukkan posisi hutang ke vendor/supplier dan juga piutang customer. Di SAP B1, Vendor dan Customer masuk dalam satu modul yang sama yaitu Business Partner. Untuk memasukkan saldo awal Business Partner, bisa diakses melalui menu Modules \ Administration \ System Initialization \ Opening Balances \ Business Partner Opening Balances Akan muncul tampilan seperti ini. Disini kita bisa memilih untuk memasukkan saldo awal hutang piutang dari Vendor tertentu sampai dengan vendor tertentu, atau bisa juga melakukan seleksi berdasarkan group tertentu atau bisa juga menggunakan properties. Jika sudah yakin dengan seleksi yang diset, klik tombol OK, dan akan muncul tampilan seperti ini. Kita bisa mengatur COA Saldo Awal di kolom "Opening Balance Account", kemudian bisa memasukkan tanggal saldo awal, COA untuk "Control Account" masing-masing Vendor/Customer, dan memasukkan posisi Hutang/Piutang masing-masing...

Cara Kerja SAP B1 G/L Accounts Opening Balance

Gambar
Sebelum menggunakan aplikasi SAP B1 untuk operasional sehari-hari, sistem harus mendaftarkan Saldo Awal untuk masing-masing Chart of Accounts (COA). Menu untuk memasukkan Saldo Awal atau biasa disebut Open Balance adalah Modules \ Administration \ System Initialization \ Opening Balances \ G/L Accounts Opening Balances Akan muncul tampilan seperti ini Pada form tersebut, pilih account group mana yang akan dimasukkan nilai obalnya. Kemudian akan muncul tampilan seperti ini Perhatikan ada 2 kotak merah, adalah kolom yang harus diinput, yaitu tanggal obal dan nilai obal. Jika semua data sudah selesai diinput, maka, transaksi obal bisa disimpan dengan meng-klik tombol Add. Saat proses simpan, akan dibuatkan transaksi jurnal entry dengan COA yang sudah diinput pada form sebelumnya, beserta nilai dan tanggal yang sudah diinput. Secara database, akan tersimpan ke tabel berikut ini: OJDT ~ Journal Entry HD, dengan Object Type: 30 ( detil Object Type bisa dibaca di sini ) JDT1 ~ ...

SAP B1 Error "Value in "Discount %" field is greater than permitted"

Gambar
Saat user melakukan transaksi seperti PO ataupun A/P Invoice, dan juga Sales Order ataupun A/R Invoice, maka user bisa menginputkan Nilai Discount dalam persen, seperti tampak pada gambar. Namun, di saat menginputkan nilai discount, muncul security dengan message alert "Value in "Discount" field is greater than permitted" . Message alert ini muncul karena user memiliki otorisasi Max Discount yang bisa diberikan pada setiap transaksi. Admin bisa mengubah setting Max Discount pada masing-masing user, sesuai dengan Modul yang digunakan. Untuk melakukan perubahan otorisasi Max Discount adalah sebagai berikut: Masuk ke Modul Otorisasi Pilih User yang akan diatur nilai Discount Atur Batas Maksimum Discount

Cara Menggunakan Create Tabel pada SAP Hana

Create Tabel CREATE TABLE "@PROMO"(     CODE INTEGER,     U_ITEMCODE NVARCHAR(50),     U_ITEMNAME NVARCHAR(100),     U_PROMO VARCHAR(50),     U_HK INTEGER,     U_HM INTEGER,     U_DISC INTEGER,     U_DISC_HK INTEGER,     U_DISC_HM INTEGER,     CODE INTEGER GENERATED ALWAYS AS IDENTITY ); SQL di atas akan membuat tabel bernama "@PROMO" dengan nama kolom CODE sebagai rowid yang memiliki constraint PRIMARY KEY dengan nilai otomatis auto increment. Pemberian prefix nama kolom "@" digunakan untuk membedakan dengan nama tabel yang dibuat custom dengan nama tabel bawaan SAP

Tidak Bisa Akses Modul Purchase Order SAP B1

Apabila muncul error Define Number Series saat akses modul Purchase Order pada SAP B1, padahal setelah dicek, Setting Number Series sudah benar, bisa jadi karena ada otorisasi yang berhubungan dengan Number Series yang harus dicek terlebih dahulu. Masuk ke Modul Administration > System Initialization > Authorizations Pilih user yang akan diatur otorisasinya, kemudian masuk ke Subject Administration \ System Initialization \ Numbering Series, kemudian pilih Full Authorization

Cara Menggunakan Alter Table pada SAP Hana

Alter tabel digunakan untuk memodifikasi kolom pada suatu tabel, yang terdiri dari operasi ADD untuk menambah, DROP untuk menghapus dan ALTER untuk mengubah. Berikut adalah sintaks dan contoh penggunaannya. ADD Digunakan untuk menambahkan kolom ALTER TABLE NAMA_TABEL ADD (NAMA_KOLOM TIPE_KOLOM(PANJANG)) Contoh: ALTER TABLE KELAS ADD (NAMA_KELAS VARCHAR(50)) DROP Digunakan untuk menghapus kolom yang sudah ada ALTER TABLE NAMA_TABEL DROP (NAMA_KOLOM) Contoh: ALTER TABLE KELAS DROP (NAMA_KELAS) MODIFY / ALTER Digunakan untuk mengubah tipe kolom yang sudah ada. Penggunaannya sama seperti ADD, hanya saja PANJANG hanya bisa dimodifikasi lebih besar dari sebelumnya. ALTER TABLE NAMA_TABEL MODIFY (NAMA_KOLOM TIPE_KOLOM(PANJANG)) Contoh: ALTER TABLE KELAS MODIFY (NAMA_KELAS VARCHAR(75))