Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2010

Untuk Bisa Sukses, Harus Berani Gagal

Kawan, apakah kamu pernah gagal? Tentang apa saja, nembak cewek, pingin beli motor baru atau pingin dapet juara kelas, atau gini... atau gitu... . Terus apa yang kamu alami saat gagal? Tentu 100% tidak enak bukan. Mulai dari dapet cela'an, terus ga ada yang mau mengerti, atau kalo gak, malah disalahkan sana sini. Celakanya terkadang sampai kita ditinggalkan sama sahabat.

Wajahku Tipe Pembantu!

Bagi kawan pembaca setia blog ini yang ngerasa ada yang tersinggung, itu adalah kesengajaan semata dan nama, tokoh serta kejadian pada semua konten di artikel ini memang dibuat di-"kebetul"-kan semata. Hehehe... niru tag-line di sinetron-sinetron. Eniwey, jangan tersinggung buat yang tersinggung, karena kontennya ga berusaha menyinggung, hehehe... Hm... okelah kalau begitu. Emang wajahku tipe pembantu? Bagi yang belum tau, coba deh liat di fesbuk-ku . Kayak pembantukah? Nggak lagi, apa kayak jacky-chan... hehehe... narsis ya. Oke, untuk contoh penggunaan tokoh jacky-chan bukan tanpa maksud, karena memang wajahku mirip orang cina. Betul ga? Padahal saya murni, sumpeee... bukan orang cina (meski cina emang kenapa). Terus apa untungnya, apa ruginya?

Bercita-citalah Setinggi Langit, Tapi Tetaplah Berpijak di Bumi!

Begitulah nasehat yang biasa ditanamkan oleh orang tua kita, bahwa segala hidup ini harus memiliki sebuah obsesi yang besar. Sangat besar, namun tetap tak lupa darimana kita berasal. Tidak jarang dalam keseharian kita, begitu banyak drama-drama kehidupan yang dimainkan oleh peran-peran kita sebagai manusia yang penuh dengan lika-liku yang terkadang tak akan bisa kita pahami satu sama lain.

Pengamen pun Harus Punya Strategi Bisnis

Masih dalam rangkaian kesibukan saya dalam pekerjaan lain yang saya rintis, sehingga cukup lama saya tidak bisa mengupdet artikel pada blog saya. Namun untuk alasan konsistensi (maklum masih memperkuat disiplin diri), maka saya pun membuat artikel ngeblog 5 menit dengan tanpa mempertimbangkan kesempurnaan (kualitas) artikel. Mohon dimaklumi ya kawan. Okey, beberapa hari yang lalu saya naik sebuah bis antar kota dari nganjuk ke surabaya. Dalam perjalan bis tersebut, pemandangan yang biasa terlihat yaitu banyaknya penjaja keliling yang masuk keluar bus dan pengamen. Ada hal menarik dari pengamen yang saya lihat saat itu.

Cerdiklah, Jangan Sekedar Mengejar Untung

Kalau anda ingin membeli suatu barang, kemungkinan besar anda pasti lebih memilih ke pasar tradisional atau mungkin ke penjaja keliling. Alasannya sederhana, kalau bukan karena harganya yang miring, paling-paling karena mudah ditawar. Kita semua tahu, siapapun yang dagang atau jualan, pasti ada keuntungan yang dipatok, meski mereka bilang jual rugi sekalipun.