Cara Menghemat Uang Saku Sekolah

uang jajan sekolah

Musim saat artikel ini ditulis adalah termasuk musim yang kebanyakan orang bilang disebut musim nikah. Tentunya setelah menikah, maka kedua mempelai harus bersepakat apakah berencana menghadirkan momongan atau tidak.

Dan setelah memiliki momongan tentunya biaya-biaya dalam berkeluarga menjadi bertambah, karena juga harus menghidupi si buah hati dengan asupan gizi yang baik.

Menjelang usia sekolah, orang tua juga harus mulai atur strategi untuk menyekolahkan anaknya. Karena memberi pendidikan terbaik, juga menjadi tugas dari orang tua yang diamanahi seorang anak.

Berbicara sekolah tentunya, saat ini pemerintah sudah melakukan perannya dengan mensukseskan wajib belajar 9 tahun. Karenanya, sekolah negeri banyak mendapatkan subsidi untuk bisa memberlakukan pembelajaran gratis oleh pemerintah kota.

Namun, meski gratis, masih saja orang tua harus bersiap dengan pengeluaran perlengkapan dan peralatan sekolah yang tidak ikut dibantu oleh pemerintah. Selain itu, yang tak kalah harus disiapkan adalah uang jajan sekolah.

Meski pemerintah memberlakukan belajar full day, dimana orang tua membekali anak dengan bekal makan siang, namun keinginan anak untuk beli jajan di sekolah tidak bisa dihilangkan. Tidak bisa kita memaksa si anak tiba-tiba harus menghemat uang saku sekolah.

Yang menjadi fokus si anak adalah seberapa besar nafsu si anak untuk mendapatkan jajanan yang ia lihat. Sehingga misi mencari cara menghemat uang sekolah harus pelan-pelan dilatih kepada si anak.

Uang jajan atau uang saku sekolah adalah bekal alternatif buat jaga-jaga apabila si anak mendadak tidak bernafsu dengan bekal yang kita bawakan. Namanya juga anak, melihat tetangga lebih enak, minta ke tetangga, dan bekal yang ia bawa tidak tersentuh.

Akhirnya si anak tidak mendapatkan cukup energi untuk melanjutkan belajar. Karena itu peran uang saku anak sekolah meski terlihat receh, perlu juga untuk kita perhatikan.

Berapa Idealnya Uang Jajan Anak SD?

Sebenarnya tidak ada patokan resmi untuk menetapkan uang saku sekolah. Karena masing-masing daerah punya standar harga sendiri-sendiri. Dan juga latar belakang ekonomi keluarga menjadi parameter yang juga mempengaruhi berapa besar uang saku anak sd.

Beberapa orang tua memberlakukan uang saku di sekolah sendiri, dan uang jajan di rumah juga sendiri. Sebagian yang lain memberi uang saku secara mingguan, dan ada juga harian.

Terkadang, untuk melatih si anak belajar hemat, kita bisa menanyakan setiap hari, berapa sisa uang saku dari sekolah. Kemudian mengingatkan untuk menyisihkan sebagian kecil, untuk ditabung.

Ajari juga, semakin menghemat uang saku sekolah, maka sisa uang saku dari sekolah yang bisa ditabung makin banyak. Berikan target berapa uang saku di sekolah yang boleh dihabisin setiap hari, dan berapa yang harus disimpan.

Berapa Idealnya Uang Jajan Anak SMP?

Anak usia SMP, tentunya lebih matang dalam berpikir. Karena itu uang saku anak SMP biasanya lebih banyak daripada anak SD. Mereka juga sudah bisa ditarget untuk menghemat uang saku sekolah.

Secara jam belajar, anak SMP memiliki konsep fullday juga, hanya secara jam dan komposisi materi pelajaran lebih banyak dari anak SD. Sehingga terkadang bekal makan siang tidak cukup. Karenanya uang jajan sekolah jadi andalan mereka jika masih merasa lapar.

Meski uang saku anak sekolah usia SMP relatif lebih banyak, terkadang untuk mereka yang tahu cara berhemat, akan memilih untuk menghemat uang saku di sekolah. Sehingga mereka bisa memiliki sisa uang saku dari sekolah, lebih banyak untuk bisa ditabung.

Bagaimana dengan Uang Jajan Anak SMA

SMA adalah masa-masa puber si anak. Masa-masa anak beranjak dewasa dan mulai bertingkah layaknya orang dewasa. Karena itu, menyikapi uang jajan sekolah untuk anak SMA, meski secara jumlah relatif lebih banyak, namun sikap mereka dalam menghemat uang saku sekolah bisa lebih labil.

Hal tersebut bisa dimaklumi. Mereka akan mulai terpapar gaya hidup dari berteman. Sehingga terkadang mereka "jaim" untuk tidak ikut berjajan ketika istirahat ataupun saat pulang sekolah. Sehingga orang tua harus siap jika sisa uang saku dari sekolah dilaporkan habis oleh si anak.

Belum lagi urusan cinta monyet, yang sok nraktir si cewek incarannya, agar tampak keren di depannya. Jadilah cara menghemat uang saku sekolah untuk anak SMA lebih menantang untuk orang tua.

Namun, dengan pengertian terus menerus, diharapkan si anak bisa jadi luluh dan berpikir seberapa penting menghemat uang saku sekolah.

Uang Jajan Anak Kuliah

Kalau anak sudah usia sekolah, sebenarnya sudah cukup matang mengerti tentang uang. Karenanya, terkadang mereka tidak meminta uang jajan sekolah, karena sebagian dari mereka sudah berpikir mandiri untuk mencari uang sendiri selama kuliah.

Karena itu, memberi kepercayaan dan dukungan pada anak usia kuliah jauh lebih penting ketimbang masalah uang jajan anak kuliah. Tapi bukan berarti mereka akan bisa lepas dari orang tua. Mengingat, mereka masih butuh belajar mencari uang. Yang bisa jadi dalam prosesnya tidak sebanding dengan keringat yang sudah ia keluarkan.

Terkadang mereka akan meminta uang ke orang tua untuk mendukung biaya praktikum ataupun biaya tugas selama menyelesaikan kuliah. Pengeluaran-pengeluaran tak terduga seperti inilah yang mungkin lebih butuh diperhatikan dan disiapkan oleh orang tua sedari jauh hari.

Itulah serba-serbi uang saku anak sekolah, yang tidak bisa ditulis dengan nominal pasti, karena masing-masing anak dan keluarga akan memiliki standar yang berbeda-beda, satu dengan yang lain.

Baca Juga:

0 comments:

Posting Komentar