Postingan

Informasi di Internet itu Murahan?

Keberadaan dunia internet memang memiliki keunikan tersendiri. Hadirnya teknologi ini seakan memutus mata rantai hampir keseluruhan dari rutinitas hidup kita. Hal ini karena adanya evolusi tren dan kecenderungan manusia dalam mengaktualisasi dirinya dari hari ke hari. Internet adalah lompatan teknologi yang menghadirkan informasi sebagai konten utama yang disajikan dalam bentuk yang cukup memikat. Kemajuan demi kemajuan dalam teknologi penyajian informasi melalui internet secara tidak langsung telah menurunkan nilai ekonomis dari informasi itu sendiri. Bahkan, keakuratan pun terkadang mudah hilang lantaran dengan mudahnya orang mengklaim satu informasi dengan tidak menyertakan sumber asal dari informasi itu disajikan.

Celaka, Rangking Hasil Pencarian Turun!

Gambar
Yah, inilah realita yang harus saya rasakan ketika saya tidak disiplin atas jadwal rutin mempublikasikan artikel yang sebelumnya sempat saya sematkan ketika blog ini mulai dibuat, yah sebuah misi susah-susah-gampang, yaitu bisa updet 1 hari 1 artikel. Gara-gara sering updetlah, ranking hasil pencarian blog saya menjadi yang pertama dengan kata kunci "jurnal firman" (tanpa petik). Walau tidak dipungkiri gara-gara 1 artikel berjudul "Berhati-hatilah dalam membeli HP Produk Cina" itu pun juga salah satu faktor yang menyebabkan posisi hasil pencarian saya bisa optimal. Namun, beberapa hari terakhir saya dikejar dengan rutinitas pekerjaan off-line, yaitu menyiapkan produk aplikasi pajak berbasis web, sehingga menyedot waktu luang saya untuk sekedar berpikir mencari ide tulisan yang akan dipublikasikan pada blog ini. Yah, apa boleh buat, ketika tidak sengaja menemukan situs nowGoogle, saya pun melakukan pencarian dengan kata kunci "jurnal firman". Tern...

Untuk Bisa Sukses, Harus Berani Gagal

Kawan, apakah kamu pernah gagal? Tentang apa saja, nembak cewek, pingin beli motor baru atau pingin dapet juara kelas, atau gini... atau gitu... . Terus apa yang kamu alami saat gagal? Tentu 100% tidak enak bukan. Mulai dari dapet cela'an, terus ga ada yang mau mengerti, atau kalo gak, malah disalahkan sana sini. Celakanya terkadang sampai kita ditinggalkan sama sahabat.

Wajahku Tipe Pembantu!

Bagi kawan pembaca setia blog ini yang ngerasa ada yang tersinggung, itu adalah kesengajaan semata dan nama, tokoh serta kejadian pada semua konten di artikel ini memang dibuat di-"kebetul"-kan semata. Hehehe... niru tag-line di sinetron-sinetron. Eniwey, jangan tersinggung buat yang tersinggung, karena kontennya ga berusaha menyinggung, hehehe... Hm... okelah kalau begitu. Emang wajahku tipe pembantu? Bagi yang belum tau, coba deh liat di fesbuk-ku . Kayak pembantukah? Nggak lagi, apa kayak jacky-chan... hehehe... narsis ya. Oke, untuk contoh penggunaan tokoh jacky-chan bukan tanpa maksud, karena memang wajahku mirip orang cina. Betul ga? Padahal saya murni, sumpeee... bukan orang cina (meski cina emang kenapa). Terus apa untungnya, apa ruginya?

Bercita-citalah Setinggi Langit, Tapi Tetaplah Berpijak di Bumi!

Begitulah nasehat yang biasa ditanamkan oleh orang tua kita, bahwa segala hidup ini harus memiliki sebuah obsesi yang besar. Sangat besar, namun tetap tak lupa darimana kita berasal. Tidak jarang dalam keseharian kita, begitu banyak drama-drama kehidupan yang dimainkan oleh peran-peran kita sebagai manusia yang penuh dengan lika-liku yang terkadang tak akan bisa kita pahami satu sama lain.

Pengamen pun Harus Punya Strategi Bisnis

Masih dalam rangkaian kesibukan saya dalam pekerjaan lain yang saya rintis, sehingga cukup lama saya tidak bisa mengupdet artikel pada blog saya. Namun untuk alasan konsistensi (maklum masih memperkuat disiplin diri), maka saya pun membuat artikel ngeblog 5 menit dengan tanpa mempertimbangkan kesempurnaan (kualitas) artikel. Mohon dimaklumi ya kawan. Okey, beberapa hari yang lalu saya naik sebuah bis antar kota dari nganjuk ke surabaya. Dalam perjalan bis tersebut, pemandangan yang biasa terlihat yaitu banyaknya penjaja keliling yang masuk keluar bus dan pengamen. Ada hal menarik dari pengamen yang saya lihat saat itu.

Cerdiklah, Jangan Sekedar Mengejar Untung

Kalau anda ingin membeli suatu barang, kemungkinan besar anda pasti lebih memilih ke pasar tradisional atau mungkin ke penjaja keliling. Alasannya sederhana, kalau bukan karena harganya yang miring, paling-paling karena mudah ditawar. Kita semua tahu, siapapun yang dagang atau jualan, pasti ada keuntungan yang dipatok, meski mereka bilang jual rugi sekalipun.